Minggu, 24 Januari 2010

AKULAH TULI INGIN MENGGAPAI IMPIANKU......

Pertama-tama saya panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk hidup di dunia. Sebagian besar kehidupan kujalani di desa pendem,Salatiga. Saya membahagiakan orangtua yang telah membesarkan saya untuk berkembang hidup menjadi pendewasaan.

Tapi sayangnya aku telah menderita kelainan syaraf berupa Tuna Rungu/Tuli/Deaf. Selain aku tidak dapat mendengar secara total. Semasa kecil lahir dari rahim kandung ibu,keadaan aku normal seperti kita. Kemudian aku sudah berumur 2 tahun sering mengalami sakit panas dapat mengakibatkan syaraf terputus pada telinga. Aku tidak dapat berbicara dan mendengar seperti apa yang kamu katakan sehingga aku selalu diam. Terjadinya itu aku harus dibawa ke sekolah luar biasa (SLB) khususnya sekolah berkependidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seperti anak mengalami kelainan fisik maupun jasmani. Aku menyekolahkan ke SLB-B “Dena Upakara” di Wonosobo. Sekolah luar biasa ini terkenal khusus pendidikan anak-anak tuna rungu dan wicara. Dalam puji syukur demi allah telah memberikan keajaiban kepadaku yaitu dapat berbicara. Aku bersekolah SDLB kelas 1 sampai 8 sudah mempelajari beberapa ilmu-ilmu,keterampilan,seni,artikulasi dan olahraga. Terapi wicara bagi anak tuna rungu sangat sulit difokuskan dalam berbicara, karena anak tuli tidak dapat mendengar kata-kata vokal itu sangat berbeda-beda, pencegahannya yaitu menggunakan Alat Bantu Dengar untuk membantu pendengaran. Syukurlah aku dapat berkomunikasi dengan oral kepada semua orang sehingga dapat memahami apa yang ku katakan dan bercerita sebuah pengalaman yang ku alami. Kadang-kadang aku bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat secara alami. Sewaku itu kelulusan SDLB aku melepaskan dr SLB-B “Dena Upakara” karena melanjutkan berintegrasi ke sekolah umum. Sebelumnya aku berterima kasih kepada bapak/ibu guru SLB atas pendukungku dalam bimbingan sehingga aku dapat mengikuti pelajaran seperti biasa.

Aku telah menempuh sekolah umum SMP Negeri 6 Salatiga diterusin SMA Negeri 3 Salatiga, aku mencari nafkah untuk mengejar kesempatan mengikuti pelajaran sangat berat tidak seperti dulu namun ku sadari apa yang ku harus lakukan untuk mengembangkan kemampuan potensi dan minat. Selama itu waktu SMP aku pertama kali bersekolah umum, meskipun aku selalu sabar bila beberapa anak normal yang sedang berbisik atau menghina atau berfitnah kalau saya tuli dan terlihat aku tertawa. Biarlah saja aku tidak mau balas dendam kepada anak normal. Ya allah berikanlah aku menghadapi kesabaran kepada anak normal. Waktu itu test semester aku bersemangat dengan tekun, keluargaku mendukung aku dan beri saran padaku “SEMANGAT KARENA KAMU TULI HARUS BISA”. Nah aku mengharap untuk menguji kemampuan diriku. Sehingga aku berhasil mengalami merebut rangking 4 dari 42 murid saat saya kelas 2 SMP. Aneh ya?? Padahal aku tidak bisa mendengar penjelasan dari guru saat mengajar di kelas, hanya membaca buku sendiri dan bila tidak tahu aku selalu bertanya kepada orang tua dan kakakku. Mengapa anak normal bisa dikalahkan denganku? Oooo…karena tidak semua anak normal mempunyai pengaruh kemampuan itu tidak sama. Otak anak normal itu sama dengan otak anak tuli karena anak tuli bisa berpikir dan bisa melakukan aktivitas seperti anak normal. Saya tetap bersyukur pada allah karena aku tuli bisa beraktivitas apa-apa tanpa cacat fisik kayak normal. Akhirnya anak-anak normal mengagumkan kalau aku tuli walaupun pintar. Nah aku senang dan tidak merasa malu karena sudah terbiasa hidup percaya diri dan mandiri.

Tak sangka ku ingin menggapai impianku sangat menakjubkan. Sewaktu itu aku mendaftar kuliah di UNY lewat jalur swadana gelombang 2, ambil jurusan PLB yang ku inginkan. Akhirnya aku lolos dari test uji masuk UNY. ALHAMDULILLAH!! Saya berterima kasih pada allah telah memberikan rejeki kesempatan untukku masa ini demi ke masa depan. Oleh karena itu aku dapat dibuktikan diterima oleh UNY diambil jurusan Pendidikan Luar Biasa (S1) pada tahun 2009. Akulah tuli ingin menggapai impianku untuk menjadi guru SLB atau sebagai peneliti jelajah deaf di dunia. Aku ingin menguasai berlatih bahasa isyarat dan berkomunikasi dengan lancar. Sungguhlah aku sangat bangga mempunyai potensi kemampuan diriku ini sangat kagum. Mudah-mudahan inipun aku melanjutkan kuliah dengan studi mata kuliah tetap lancar..AMIN……Terima kasih kepada pendukungku telah memberikan dorongan kesempatan untukku. I MISS YOU ALL MY FRIEND……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar