Deskripsi Study Kasus
Topik yang saya uraikan adalah mengenai kesulitan kemampuan menyusun
kalimat SPOK yang terstruktur peserta didik hambatan pendengaran kelas XI-XII SLB
Negeri Salatiga. Penyebab kesulitan kemampuan menyusun kalimat SPOK terstruktur
ini karena minimnya informasi tentang frase bahasa pada pembelajaran bahasa
Indonesia yang disampaikan secara isyarat karena masih banyak pola bahasa isyarat
yang hanya memberikan isyarat makna kata dengan pola kata dasar saja. Peserta didik
hanya mampu menulis sendiri dengan kalimat SPOK sebanyak 1-2 kata.
Saya menganggap topik ini penting karena kemampuan menyusun kalimat
SPOK merupakan dasar untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan
informasi yang benar kepada orang lain. Jika peserta didik ini mengalami kesulitan
kemampuan menyusun kalimat, maka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
kepada orang lain melalui tulisan, Bahasa isyarat dan lisan dengan rasa minder.
Analisis Situasi
Peserta didik hambatan pendengaran kelas XI-XII B di SLB Negeri Salatiga
mengalami kesulitan menyusun kalimat SPOK yang benar karena kurang mendapatkan
dukungan dari guru, keluarga dan masyarakat sehingga peserta didik mengalami
kesulitan menyampaikan informasi kepada orang lain melalui tulisan,bahasa isyarat dan
verbal.
Saya sebagai guru mengampu peserta didik hambatan pendengaran tertarik
dengan sepenuh hati untuk menerapkan strategi penerapan metode Scramble
(permainan acak kata) untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusun kalimat
SPOK pada peserta didik di SLB Negeri Salatiga. Saya sudah melakukan identifikasi
awal, berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang tepat, dan memilih metode
pembelajaran sesuai dengan gaya belajar peserta didik yaitu visualisasi, berkolaborasi
dengan teman sejawat, dan melakukan refleksi.
Pada pelaksanaan evaluasi pihak yang terlibat antara lain kepala sekolah, teman
sejawat, dosen pembimbing dan guru pamong yang selalu memberi motivasi, masukan
dan bimbingan. Dan tidak lupa peserta didik yang aktif menunjukkan keterlibatan
dalam proses belajar.
Tantangan yang muncul antara lain belum mengarahkan ke peserta didik dalam
pemanfaatan teknologi. Perlunya menampilkan kartu kata bergambar pada papan pintar
dan kuis digital yang relevan agar metode scramble berbasis TPACK terpenuhi.
Menumbuhkan minat belajar peserta didik dan menjaga interaksi agar suasana kelas tetap
menyenangkan.
Alternatif Solusi
Langkah – langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut
adalah meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam menyusun kalimat SPOK.
Saya termotivasi menggunakan media PPT dan kartu kata bergambar pada papan
pintar dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai sintak pembelajaran metode
scramble. Melalui power point, peserta didik mampu mengenal penyusunan kalimat
SPOK dengan baik. Melalui permainan acak kata, peserta didik penuh semangat dapat
mengelompokkan kata sesuai warna pola SPOK dengan benar. Melalui penugasan,
peserta didik mampu mengidentifikasi warna pola SPOK sebanyak 10 kalimat dengan
benar. Saya tulus membantu peserta didik menganalisis dan membuat kalimat sesuai
warna pola SPOK pada LKPD.
Proses untuk menghadapi tantangan muncul adalah memahami sintaks metode
scramble apakah sesuai dengan indikator pembelajaran, membimbing peserta didik
selama proses pembelajaran dan menyelesaikan LKPD baik secara individu maupun
kelompok, tahapan ini diperlukan kreativitas guru dalam permainan acak kata agar
peserta didik memdapatkan pemahaman pengetahuan dan keterampilan yang
menyenangkan dan melakukan evaluasi dan refleksi dalam kegiatan pembelajaran.
Sumber daya yang digunakan antara lain menyusun materi ajar yang relevan
sesuai gaya belajar peserta didik, Mencetak kartu kata bergambar dengan kualitas yang
baik dan jelas agar mudah digunakan peserta didik, menggunakan laptop/LCD sebagai
alat menampilkan media pembelajaran interaktif.
Evaluasi
Berdasarkan hasil asesmen formatif diperoleh informasi bahwa siswa kelas XI-XII
B memiliki gaya belajar visual dan mampu mengidentifikasi pola warna SPOK pada
kartu kata bergambar. Melalui penugasan, peserta didik mampu menulis penyusunan
kalimat SPOK pada LKPD dengan benar sesuai warna pola SPOK. Hasil asesmen
akademik rata2 di kelas adalah 80,5.
Keberhasilan kegiatan pembelajaran metode scramble sangat efektif bagi peserta
didik hambatan pendengaran dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan menyusun kalimat SPOK dan juga tidak lepas dari kolaborasi dilakukan dengan guru
dan orang tua melalui komunikasi sehari-hari.
Dalam materi Bahasa Indonesia tentang penyusunan kalimat SPOK dengan media
papan pintar dijelaskan dengan singkat dan memanfaatkan untuk semua jenjang
sehingga dapat bermain dalam menyusun kalimat dengan baik pada saat jam istirahat
atau luar jam pelajaran dan tidak membosankan pembelajaran di dalam kelas saja.
Peserta didik hambatan pendengaran berhasil menguasai kalimat SPOK dalam bahasa
isyarat, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik
dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Link YouTube :
1. Video pembelajaran : https://youtu.be/M833fbkejI8?si=7cNy49NP0s5etSZv
2. Media Pembelajaran : https://youtu.be/-HdVc2Lf8Vo?si=tpuflrAjfafvKtm0