Kamis, 20 Juni 2024

KESEPAKATAN KELAS UNTUK SISWA DI SLB PADA KURIKULUM MERDEKA

Apa itu Kesepakatan Kelas ? 

Kesepakatan kelas adalah Kesepakatan atau hasil diskusi dengan tujuan bersama dan proses pembelajaran antara siswa dan guru dalam lingkungan kelas. Kesepakatan kelas ini dapat bertujuan untuk mendorong rasa saling menghormati, kerja sama, keamanan dan kelas menjadi menyenangkan.

Sebelum membuat kesepakatan kelas, guru dan siswa harus melakukan percakapan dengan terbuka untuk menentukan tata tertib di kelas agar meningkatkan displin positif dan kebersamaan.

Masalah yang dialami siswa di dalam kelas antara lain:

1. Bosan dan tidak fokus belajar di kelas karena monoton

2. lingkungan kelas menjadi kurang nyaman karena tidak ada hiasan dinding yang menarik

3. sering terjadi kebingungan tugas piket siswa di dalam kelas

4. siswa sering bolos di sekolah 

5. Tidak ada perjanjian kelas sehinggan siswa kurang aktif belajar di kelas

Manfaat Kesepakatan Kelas :

1. Membantu suasana kelas yang menyenangkan

2. mendorong hubungan yang positif antara guru dan siswa

3. Membantu mencegah kebingungan dan kesalahpahaman dengan perjanjian aturan kelas 

4. mengurangi rasa frustasi dan stress di dalam kelas sehingga siswa merasa lebih nyaman dan rileks saat belajar.

Link PMM :

















Kamis, 13 Juni 2024

PENERAPAN METODE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT SPOK PADA PESERTA DIDIK HAMBATAN PENDENGARAN KELAS XI-XII SLB NEGERI SALATIGA

Deskripsi Study Kasus 

    Topik yang saya uraikan adalah mengenai kesulitan kemampuan menyusun kalimat SPOK yang terstruktur peserta didik hambatan pendengaran kelas XI-XII SLB Negeri Salatiga. Penyebab kesulitan kemampuan menyusun kalimat SPOK terstruktur ini karena minimnya informasi tentang frase bahasa pada pembelajaran bahasa Indonesia yang disampaikan secara isyarat karena masih banyak pola bahasa isyarat yang hanya memberikan isyarat makna kata dengan pola kata dasar saja. Peserta didik hanya mampu menulis sendiri dengan kalimat SPOK sebanyak 1-2 kata. Saya menganggap topik ini penting karena kemampuan menyusun kalimat SPOK merupakan dasar untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi yang benar kepada orang lain. Jika peserta didik ini mengalami kesulitan kemampuan menyusun kalimat, maka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi kepada orang lain melalui tulisan, Bahasa isyarat dan lisan dengan rasa minder.

Analisis Situasi 

    Peserta didik hambatan pendengaran kelas XI-XII B di SLB Negeri Salatiga mengalami kesulitan menyusun kalimat SPOK yang benar karena kurang mendapatkan dukungan dari guru, keluarga dan masyarakat sehingga peserta didik mengalami kesulitan menyampaikan informasi kepada orang lain melalui tulisan,bahasa isyarat dan verbal. Saya sebagai guru mengampu peserta didik hambatan pendengaran tertarik dengan sepenuh hati untuk menerapkan strategi penerapan metode Scramble (permainan acak kata) untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusun kalimat SPOK pada peserta didik di SLB Negeri Salatiga. Saya sudah melakukan identifikasi awal, berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang tepat, dan memilih metode pembelajaran sesuai dengan gaya belajar peserta didik yaitu visualisasi, berkolaborasi dengan teman sejawat, dan melakukan refleksi.             Pada pelaksanaan evaluasi pihak yang terlibat antara lain kepala sekolah, teman sejawat, dosen pembimbing dan guru pamong yang selalu memberi motivasi, masukan dan bimbingan. Dan tidak lupa peserta didik yang aktif menunjukkan keterlibatan dalam proses belajar. Tantangan yang muncul antara lain belum mengarahkan ke peserta didik dalam pemanfaatan teknologi. Perlunya menampilkan kartu kata bergambar pada papan pintar dan kuis digital yang relevan agar metode scramble berbasis TPACK terpenuhi. Menumbuhkan minat belajar peserta didik dan menjaga interaksi agar suasana kelas tetap menyenangkan.  

Alternatif Solusi 

Langkah – langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam menyusun kalimat SPOK. Saya termotivasi menggunakan media PPT dan kartu kata bergambar pada papan pintar dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai sintak pembelajaran metode scramble. Melalui power point, peserta didik mampu mengenal penyusunan kalimat SPOK dengan baik. Melalui permainan acak kata, peserta didik penuh semangat dapat mengelompokkan kata sesuai warna pola SPOK dengan benar. Melalui penugasan, peserta didik mampu mengidentifikasi warna pola SPOK sebanyak 10 kalimat dengan benar. Saya tulus membantu peserta didik menganalisis dan membuat kalimat sesuai warna pola SPOK pada LKPD. Proses untuk menghadapi tantangan muncul adalah memahami sintaks metode scramble apakah sesuai dengan indikator pembelajaran, membimbing peserta didik selama proses pembelajaran dan menyelesaikan LKPD baik secara individu maupun kelompok, tahapan ini diperlukan kreativitas guru dalam permainan acak kata agar peserta didik memdapatkan pemahaman pengetahuan dan keterampilan yang menyenangkan dan melakukan evaluasi dan refleksi dalam kegiatan pembelajaran. Sumber daya yang digunakan antara lain menyusun materi ajar yang relevan sesuai gaya belajar peserta didik, Mencetak kartu kata bergambar dengan kualitas yang baik dan jelas agar mudah digunakan peserta didik, menggunakan laptop/LCD sebagai alat menampilkan media pembelajaran interaktif. 

Evaluasi 

Berdasarkan hasil asesmen formatif diperoleh informasi bahwa siswa kelas XI-XII B memiliki gaya belajar visual dan mampu mengidentifikasi pola warna SPOK pada kartu kata bergambar. Melalui penugasan, peserta didik mampu menulis penyusunan kalimat SPOK pada LKPD dengan benar sesuai warna pola SPOK. Hasil asesmen akademik rata2 di kelas adalah 80,5.

Keberhasilan kegiatan pembelajaran metode scramble sangat efektif bagi peserta didik hambatan pendengaran dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan menyusun kalimat SPOK dan juga tidak lepas dari kolaborasi dilakukan dengan guru dan orang tua melalui komunikasi sehari-hari. Dalam materi Bahasa Indonesia tentang penyusunan kalimat SPOK dengan media papan pintar dijelaskan dengan singkat dan memanfaatkan untuk semua jenjang sehingga dapat bermain dalam menyusun kalimat dengan baik pada saat jam istirahat atau luar jam pelajaran dan tidak membosankan pembelajaran di dalam kelas saja. Peserta didik hambatan pendengaran berhasil menguasai kalimat SPOK dalam bahasa isyarat, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Link YouTube : 

1. Video pembelajaran : https://youtu.be/M833fbkejI8?si=7cNy49NP0s5etSZv

2. Media Pembelajaran : https://youtu.be/-HdVc2Lf8Vo?si=tpuflrAjfafvKtm0






BELAJAR TANPA BATAS PENINGKATAN MINAT MELALUI KETERAMPILAN VOKASIONAL PADA SISWA TULI/TUNARUNGU DI SLB

 

Anak Tuli/Tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran sehingga memiliki keterbatasan bahasa. Ketunarunguan menyebabkan hambatan dalam perkembangan intelegensi, kesulitan memahami/mengingat sesuatu dan lebih suka bekerja untuk hal-hal yang tidak membutuhkan pikiran.

Melalui wawancara dengan guru yang mengajarkan tentang keterampilan vokasional serta sesuai dengan pengamatan penulis, ditemukan bahwa siswa tunarungu tingkat SMALB di SLB Negeri Temanggung masih memiliki kekurangan potensi dalam mengikuti pembelajaran keterampilan vokasional. Selama ini keterbatasan kemampuan siswa kurang tekun dan cenderung bosan dalam mengikuti pembelajaran. Siswa siswi SMALB beranggapan mengenai pembelajaran keterampilan vokasional merupakan keterampilan yang praktiknya membosankan karena proses pengerjaannya memerlukan waktu yang lama, selain itu masih rendahnya minat dan motivasi anak untuk mengikuti dan memperdalam keterampilan voaksional.

Fakta di lapangan bahwa pelajaran guru keterampilan mengajarkan keterampilan vokasional yang secara teoritis sangat sulit dipahami oleh siswa tunarungu karena adanya keterbatasan dalam menerima informasi melalui bahasa verbal , terbatasnya bahasa isyarat yang digunakan oleh guru keterampilan karena siswa tunarungu sering mengalami terjadinya misskomunikasi dalam KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar), dan belum ada membuat petunjuk cara membuat produk keterampilan vokasional sehingga berdampak pada kurang lancarnya pembelajaran keterampilan voaksional.

Untuk meningkatkan dalam pembelajaran keterampilan merajut, membatik tersebut siswa tunarungu tingkat SMALB tetap berhak untuk mengembangkan potensi dirinya dalam hal pembelajaran keterampilan, salah satunya melalui pengembangan potensi dalam keterampilan vokasional. Dengan pembelajaran keterampilan vokasional ini diharapkan siswa tunarungu tingkat SMALB dapat melatih dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia pekerjaan setelah lulus nanti, sehingga siswa bisa mendapatkan pekerjaan dengan modal keterampilan yang diberikan selama mendapatkan pendidikan di sekolah.

Link youtube : https://youtu.be/5O8oxG6KYjg?si=TEtaZPdGEkV6fbtR










BANGUN KOMUNIKASI LEWAT TUTORIAL BAHASA ISYARAT

 silahkan membaca semoga bisa menginspirasi banyak orang yaa

link artikel : https://www.pustakalewi.com/fenny-ayuningtyas-guru-slb-negeri-temanggung-edukasi-bahasa-isyarat/



Minggu, 22 Mei 2011

Film "DEAR FRANKLY" seorang cilik tunarungu


Film "Dear Frankie" seorang cilik Tuli

Seorang anak tuna rungu berusia 9 tahun selalu berpindah-pindah tempat tinggal bersama ibu dan neneknya. Meski tuna rungu, Frangkie anak yg cerdas. Dia selalu mengirim surat untuk ayahnya yg menurut cerita ibunya bekerja di sebuah kapal besar yg berlayar keliling dunia. Frangkie sangat menyayangi ayahnya. Dia gak tahu kalau sebenarnya ibunya berbohong padanya. Surat yg Frangkie tulis gak pernah sampai ke tangan ayahnya. Balasan surat yg dia terima adalah surat yg ditulis ibunya. Ibunya malah menghindari ayahnya. Sehingga ketika teman sebangku Frangkie yg nakal menantang taruhan dg Frangkie kalau ayahnya gak akan menemuinya meski kapal dimana ayahnya bekerja berlabuh di kota barunya, ibu Frangkie kebingungan karena sama sekali kalau nama kapal yg dia karang untuk Frangkie benar2 ada. Apa yg akan dilakukan ibu Frangkie agar kebohongannya gak terbongkar? Apakah Frangkie bisa bertemu dg ayahnya?

Lihat film ini di metro tv di tayangan world cinema. Film2 yg ditayangkan biasanya kualitas festival. Film ini sangat sederhana. Dari segi cerita sampai keseluruhannya. Saya gak ngerti teknik dalam pengambilan gambar, tapi gambar yg ditampilkan bagus. Dominan warna coklat. Musiknya juga pas. Walau kedengaran agak sepi. Tapi untuk film seperti ini gak perlu musik yg rame. Aktik para pemainnya juga pas. Dia memerankan Frangkie yg g bisa mendengar n selalu diam sepanjang waktu tapi tetap berpikiran positif. Overall, saya menikmati film ini.,, anda dah temui film judul ini... aduhh... q nyari sewa film di beberapa toko sewaan CD memang susah.. :(

semoga ini dapat diteladani bagi para tunarungu yang mendalami... ;)

Kamis, 19 Mei 2011

"CINTA YANG UTUH" Pengalaman-pengalaman kecacatan



Judul Buku : CINTA YANG UTUH
Penyusun : Yudhi Dzulfadli Baihaqi
Penerbit : DAR! Mizan
Tebal buku : 192 halaman


Buku ini sangat penting, baik bagi penyandang cacat maupun orang lain yang ingin memahami penyadang cacat ....

Saya berusaha menyakinkan orangtua bahwa saya dapat merawat anak-anak. Saya tidak berkata kepada mereka bahwa saya punya cukup materi, tetapi saya ingin anak-anak tumbuh bersama saya, memahami kehidupan saya, dan menyaksikan sendiri perjuangan saya sebagai orangtua mereka dan sebagai seorang perempuan penyadang cacat.”

Itulah sepenggal kisah penyandang cacat yang tetap optimis dalam menghadapi hantaman hidup yang sudah tidak bersahabat lagi. Bagaimana dengan kita, apakah kita masih optimis dengan kondisi fisik yang masih lengkap dan kuat? Atau ..., kita kalah sama mereka ??

Inilah buku yang merangkum sejumlah kisah pengalaman dan perjuangan para penyandang cacat yang patut kita renungkan bersama. Betapa besar dan kuat jiwa mereka !!

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca,, amin...

Kamis, 25 Maret 2010

“ BARANGSIAPA YANG MENCUKUPI KEBUTUHANMU, NISCAYA ALLAH AKAN MEMENUHI KEBUTUHANNYA….”

Rasulullah saw. Mengajarkan supaya kita memiliki sikap peduli terhadap saudaramu. Sering kita temui, orang yang acuh tak acuh atau masa bodoh melihat kekurangan dan penderitaan yang menimpa orang lain, bahkan terhadap saudara sendiri. Padahal dia orang yang berkecukupan. Prinsipnya, asal tidak mengganggu. Toh dia miskin, dia kekurangan karena perbuatan dia sendiri. Cara ini bukan amalan mulia. Allah swt memandang kekayaan seseorang bukan dari jumlah hartanya yang melimpah, bukan karena kedudukannya yang tinggi di mata banyak orang.

Orang yang kaya empati, kaya peduli, kaya budi pekerti, itulah yang kaya di mata Allah. Jika kita ingin menjadi orang ingin diperhatikan, maka perhatikanlah orang lain. Jika kita ingin Allah selalu memberi kita pertolongan, berbuatlah baik kepada sesama. Acuh tak acuh atau sikap cuek melihat penderitaan orang lain akan menimbulkan sesuatu negatif bagi diri kita. Kita dianggap pelit, tidak akan diperhatikan, bahkan orang lain akan merasa dengki atau benci terhadap kita. Jika berlangsung terus-menerus, diri kita yang akan menderita kerugian. Tentu tidak nyaman saat orang-orang membenci kita.

Ulurkan tangan sesuai kemampuan! Sedikit bantuan yang kita berikan sangat berarti bagi orang yang membutuhkan dibanding banyaknya kekayaan dan kemampuan yang tidak dimanfaatkan untuk berbagi. Dengan mengulurkan tangan, hati kita menjadi tenang, tinggal bersama orang lain dengan perasaan damai dan Allah tidak akan berhenti menurunkan penukarnya…